You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tegalsari
Portal Resmi Desa Tegalsari
INFO
Mari Kita Manfaatkan Media Ini Sebaik Mungkin Pusat Informasi Pemerintah Desa Tegalsari Pendaftaran layanan mandiri diwajibkan menggunakan akun telegram untuk verivikasi akun. jika belum punya akun telegram silahkan menghubungi admin untuk memperoleh pin -- selengkapnya...

Dokumentasi Budaya Desa Tegalsari oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip: Sebuah Ritual Tahunan Jamasan Kuda Lumping di Bulan Suro

08 Agustus 2023 Dibaca 71 Kali
Dokumentasi Budaya Desa Tegalsari oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip: Sebuah Ritual Tahunan Jamasan Kuda Lumping di Bulan Suro

Anjar Pratiwi

Fakultas Ilmu Budaya – Sastra Indonesia Undip

 

Boyolali (19/7) ⸺ Tim II KKN Undip melaksanakan program kerja monodisiplin berupa dokumentasi budaya di Desa Tegalsari. Para pegiat seni jaranan Ki Supo Sari menyatakan bahwa terdapat keinginan untuk terus melestarikan salah satu warisan turun temurun, yakni ritual jamasan kuda lumping. Berdasarkan hal itu, mahasiswa KKN pun berupaya ikut andil mempertahankan budaya di Desa Tegalsari tersebut sesuai bidang keilmuan budaya.

Di hari Rabu, 19 Juli 2023, rombongan bersama-sama datang melangsungkan ritual melewati monumen K.R.T Prawiradigdaya sebanyak 3 kali. Di sana, mahasiwa KKN hadir sekaligus melakukan proses pengambilan data. Mulai dari wawancara narasumber di sekitar Sendang Tegalsari, sampai pengamatan langsung proses jamasan dari awal hingga akhir.

Perolehan informasi dan data mengenai jamasan kuda lumping yakni pertama sang pawang melakukan penyucian diri: membasuh muka, tangan, dan kaki dengan air sendang. Kemudian, penyebaran bunga mawar di permukaan air sendang. Ketiga ialah tahap ‘komunikasi’ pawang dengan tujuan mendapatkan sinyal atau tanda acara bisa dimulai. Sesudah itu, api dinyalakan dan dupa dibakar. Terdapat pawang lain yang mengitari sendang seketika pawang lain bersimpuh di depan sesajen.

 

Lalu, ritual dilanjutkan atas persetujuan hasil ‘komunikasi’ dengan sang pawang. Setiap kuda lumping ‘dimandikan’ dan diberi ‘minum’. Ada sekitar 14 kuda lumping yang dibawa, antara lain Mego dan Mendung, Gagak dan Rimang, serta Gagak dan Seto. Mekanismenya ialah menyentuhkan mulut kuda ke air, kemudian membasuh keseluruhan kuda lumping ke dalam sendang. Begitu seterusnya sampai selesai dengan suasana hikmat.

Di akhir proses ‘mandi’ dan ‘minum’, kuda lumping beserta pecutnya diarak mengitari sendang oleh pemain jaranan Ki Supo Sari. Gamelan pun ikut mengiringi suasana sakral jamasan tersebut. Selepasnya, para pemain dipersilakan pawang untuk menyucikan diri dengan air sendang yang telah digunakan ritual. Kemudian, dilanjutkan warga sekitar dan penonton yang berkeinginan membersihkan kaki, tangan, atau sekadar cuci muka. Ritual jamasan berakhir dengan dibawanya kuda lumping kembali untuk berikutnya dijogetkan.***

Jamasan Kuda Lumping: Ritual Tahunan 1 Suro untuk Kesenian Jaranan Ki Supo Sari Desa Tegalsari

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image